Fakhri Husaini: Yang Bisa Saya Banggakan Adalah Tak Pernah Mengkhianati Sepakbola
Mantan pelatih dan pemain timnas Indonesia, Fakhri Husaini, kini menjalani kehidupan di luar sepakbola. Ia sibuk bekerja di perusahaan PT Pupuk Kaltim, selepas mengantar timnas Indonesia U-19 lolos ke Piala Asia U-19 2020.
Fakhri dikenal sebagai gelandang pengatur serangan ketika masih aktif bermain, ia bercerita banyak soal perjalanan kariernya kepada Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah, di kanal Youtube bernama Hanif & Rendy Show.
Selama masih berkarier sebagai pemain, Fakhri belum pernah mencicipi gelar juara. Makanya, ia menolak dianggap sebagai pemain yang sukses. Namun, ia punya kebanggaan tersendiri sebagai pelaku sepakbola, baik pemain atau pelatih.
Mantan kapten timnas Indonesia itu menceritakan bagaimana dirinya menolak segala tawaran yang tidak benar, ketika masih aktif sebagai pemain, atau pelatih. Hal itu yang dijadikan Fakhri sebagai kebanggaan tersendiri dalam kariernya.
“Yang saya lakukan mungkin sama dengan yang sudah kalian lakukan, saya menikmati sepakbola dan saya tidak akan pernah mengkhianati sepakbola. Saya juga tidak akan melakukan itu sebagai pelatih,” ucap Fakhri kepada Hanif dan Rendy.
“Saya pernah dapat ujian dan godaan ketika menjadi pemain, tapi syukur alhamdulillah itu bisa saya lewati, meski tidak semua orang akan suka,” imbuh mantan pemain Pupuk Kaltim tersebut.
Yang dimaksud Fakhri tentunya isu suap atau pengaturan skor yang memang pernah terjadi atau bahkan masih terjadi di sepakbola Indonesia. Untuk Fakhri, hal itu berulang kali ia hindari ketika berstatus sebagai pemain.
“Begitu juga ketika saya menjadi pelatih, cobaan itu juga luar biasa. Alhamdulillah saya punya komitmen, saya bisa bangga kalau selama ini saya tidak pernah melakukan tindakan-tindakan yang mengkhianati sepakbola,” papar eks Petrokimia ini.
“Ini penting buat saya. Karena sepakbola ini sebenarnya, profesi pemain, pelatih sama mulianya dengan dokter, insinyur, kita menghibur banyak orang. Kita menggunakan darah, pikiran dan air mata.”
“Saya tidak punya kebanggaan lain, selain saya tidak pernah mengkhianati sepakbola,” tutup sosok kelahiran Lhokseumawe tersebut.
Selama aktif bermain, Fakhri membantu timnas Indonesia meraih medali perak SEA Games 1997 di Jakarta. Ia juga tampil di final Liga Indonesia 1999/00 bersama Pupuk Kaltim, namun dikalahkan PSM Makassar.